etika proffesi arsitek
14.15 | Author: idriz
Semua profesi pasti memiliki kode etik yang sudah sepantasnya menjadi tolak ukur seseorang dalam menjalankan profesi tersebut. Bahkan ada banyak profesi yang memiliki ikatan komunitas di mana dalam wadah itu seringkali dibahas menganai etika dalam berprofesi dengan baik dan tidak melanggar undang-undang yang ada di negara. Seperti misalnya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk profesi akuntan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk profesi dokter, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk profesi arsitek.

Dalam postingan kali ini saya akan membahas apa saja yang termasuk kode etik Arsitek dalam menjalankan profesinya.


A. KODE ETIK PROFESI ARSITEK

Dalam menjalankan tugas profesinya arsitek dibatasi dengan etika profesi. Namun hanya arsitek yang menjadi anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) saja yang terikat dengan aturan kode etik yang tercurah dalam Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Ada 5(lima) kewajiban yang harus dipenuhi oleh arsitek professional (kewajiban secara umum, kewajiban pada masyarakat, kewajiban pada profesi, kewajiban pada pengguna jasa, kewajiban pada teman sejawat). Tidak terpenuhinya 5(lima) kewajiban tersebut oleh arsitek dianggap suatu penyimpangan atau pelanggaran kode etik.

1. Penyimpangan/Pelanggaran terhadap kepentingan Umum
Seorang arsitek tidak semaksimal mungkin untuk menampilkan kepakaran dan kecakapannya secara maksimal dalam menangani pekerjaan .
Mendesain bangunan tanpa meneliti bahwa lokasi perencanaan merupakan kawasan yang mempunyai nilai sejarah dan budaya tinggi yang harusnya dilestarikan.
Bersikap masa bodoh atau membiarkan bahwa ada suatu kegiatan renovasi/pembangunan pada suatu bangunan yang mempunyai nilai sejarah dan budaya tinggi yang seharusnya dilestarikan
Menggunakan SDM yang tidak sesuai dengan keahliannya dan tingkat kemampuan dan pengalamannya bidang arsitektur dalam menangani perancangan bangunan.
Memberikan pelayanan teknis keahlian yang berbeda karena factor SARA, golongan dan gender.
2. Penyimpangan/Pelanggaran terhadap kepentingan masyarakat
Melanggar hukum dengan mengabai-kan undang-undang/ peraturan yang terkait dengan proyek pembangunan.
Menjanjung dan mempromosikan dirinya untuk mendapatkan pekerjaan baik secara lesan atau lewat media.
Menyebut suatu produk bahan dalam pekerjaan proyeknya dengan mendapat imbalan.
Melakukan penipuan / kebohongan terkait dengan tugas profesi arsitek.
Menyuap kepada pihak tertentu untuk mendapatkan pekerjaan.
3. Penyimpangan/Pelanggaran terhadap Pengguna Jasa
Melaksanakan pekerjaan bidang arsitektur tanpa memiliki Sertikat Keahlian Arsitek.
Menerima pekerjaan bidang arsitektur diluar jangkauan kemampuannya.
Mengajukan imbalan jasa yang tidak sesuai standard /hubungan kerja /standar IAI bidang arsitektur.
Tidak melasanakan tugas pekerjaan sesuai dengan kontrak yang berisi tentang lingkup penugasan, produk yang diminta, imbalan jasa yg disepakati, tugas dan tanggung jawab yang diembannya, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.
Mengubah/mengganti lingkup/program/target penugasan tanpa seijin pemberi tugas
Membuka rahasia dan menginformasikan pada pihak lain tanpa persetjuan pemberi tugas.
Menawarkan atau mengarahkan suatu pemberian kepada calon pengguna jasa atau penggunaan jasa untuk memperoleh penunjukan.
Menyarankan kepada pengguna jasa untuk melakukan pelanggaran hukum atau kode etik dan kaidah tata laku profesi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
4. Penyimpangan/Pelanggaran terhadap Profesi.
Menandatangani suatu pekerjaan sebagai arsitek yang bukan dari hasil desainnya.
Membuat pernyataan yang keliru/menyesatkan/palsu atas fakta materiil, kualifikasi keprofesian, pengalaman kerja atau penampilan karya kerjanya serta mampu menyampaikan secara cermat lingkup dan tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan yang diakui sebagai karyanya.
Bermitra dengan orang yang tidak terdaftar dalam asosianya.
5. Penyimpangan/Pelanggaran terhadap teman sejawat
Tidak memberitahukan pada arsitek yang terdahulu apabila meneruskan/mengganti peker
Etika dan Profesionalisme
23.03 | Author: idriz
Pengertian Etika
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Apa itu Profesionalisme ?
 Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Ciri-Ciri proffesionalisme

Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciri-ciri sebagai berikut:

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.

Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara imej profesion

Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.

4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion

Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya.

Sumber 1
Sumber 2
Manajemen Data Telematika
10.33 | Author: idriz
Manajemen Data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegiatan yang memastikan bahwa data:
- Data Akurat
- Up to Date (Mutakhir)
- Aman
- Tersedia bagi pemakai (user)

Manajemen Data digunakan agar data atau informasi yang dihasilkan akurat sesuai dengan fakta, sehingga data akan mempunyai arti. Manajemen data juga digunakan agar data aman dari seseorang yang tidak diperkenankan

Menurut DAMA (Demand Assigned Multiple Access), Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.
Manajemen Data pada telematika terdiri dari :
1. Manajemen Data Sisi Klien
2. Manajemen Data Sisi Server
3. Manajemen Data Base System Perangkat Bergerak

Manajemen Data Sisi Klien
Manajemen Data yang terjadi pada sisi klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.

- Mobile DBMS (Embedded/Ultra tiny/Java Database) Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada peralatan bergerak (mobile device). mobile DBMS adalah versi khusus dari sebuah departemen atau perusahaan DBMS. Ini dirancang untuk digunakan dengan remote pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan mobile akses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam, seperti PDA atau PocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau departemen server database.

Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.

- MODBMS (Moving Object DBMS) MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya informasi tentang obyek bergerak. MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang gerakan tersebut. Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi. Ada beberapa penelitian prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS komersial. Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan bergerak daerah. Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam ruang.
Sumber
Cara Kerja Jaringan Wireless
07.25 | Author: idriz

Jaringan wireless adalah jaringan yang mengkoneksikan dua komputer atau lebih menggunakan sinyal radio, cocok untuk berbagi-pakai file, printer, atau akses Internet.
Bila Anda ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless (tanpa kabel) mungkin cocok untuk diterapkan. Setiap PC pada jaringan wireless dilengkapi dengan sebuah radio tranceiver, atau biasanya disebut adapter atau kartu wireless LAN, yang akan mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke PC lain dalam jaringan. Anda akan mendapatkan banyak adapter dengan konfigurasi internal dan eksternal, baik untuk PC desktop maupun notebook.
Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuah kartu wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket langsung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.
Wireless LAN biasanya menggunakan salah satu dari dua topologi--cara untuk mengatur sebuah jaringan. Pada topologi ad-hoc--biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer--setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (±100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal.
Sumber
Analisis Banjir
18.54 | Author: idriz
Permasalahan banjir di Indonesia menjadi problematika yang pelik dan memerlukan penyelesaian yang komprehensif. Negeri ini perlu sistem analisis banjir terpadu agar persoalan tersebut tidak semakin berlarut-larut.

Siaran pers yang diterima “PRLM” di Jakarta menyebutkan, negara-negara di kawasan Asia Pasifik dengan karakteristik iklim yang berlainan sangat rentan terhadap situasi hidrologi yang ekstrem. Perubahan iklim juga semakin meningkatkan ketidakpastian berkaitan dengan peristiwa ekstrem yang terjadi.

Direktur Eksekutif Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE)-Unesco LIPI Hery Harjono mengatakan, perlu upaya khusus melalui kebijakan pengelolaan sumber daya air dan tata kelola yang baik untuk menyelesaikan segala permasalahan terkait dengan bencana hidrologi ekstrem tersebut.

"Hal tersebut harus dilakukan melalui beberapa upaya spesifik, seperti meningkatkan edukasi dan ‘capacity building’ di segala lapisan masyarakat, serta mendukung upaya baik di tingkat nasional dan regional dalam mengembangkan dan mengintegrasikan seluruh kapasitas yang ada untuk mengurangi risiko bencana hidrologi," ujarnya.

Dijelaskan, untuk Indonesia, perlu upaya-upaya nasional maupun daerah dalam mengembangkan, mengintegrasikan, melengkapi dan memperkuat kapasitas teknis.

Saat ini, fokus program dari International Hydrological Programme (IHP)-Unesco adalah hydro-hazard, hydrological extreme and water related disaster yang dipicu oleh interaksi kompleks atas fenomena alam ekstrem dan aktivitas manusia yang mengenyampingkan karakter dan daya dukung alam lingkungannya.

Beberapa peristiwa banjir yang menimpa kawasan Asia dan Pasifik (ASPAC), termasuk Indonesia, tidak lepas dari fenomena di atas. Oleh sebab itu, IHP-Unesco bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong pengurangan risiko bencana hidrologi ekstrem dengan menggunakan pendekatan ilmiah melalui peningkatkan kebijakan manajemen sumber daya air.

Sumber
Penalaran Deduktif
08.59 | Author: idriz

Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang berpikir, merasa, bersikap, dan bertindak. Sikap dan yang bersumber pada pengetahuan yang didapatkan lewat kegiatan merasa atau berpikir. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang diartikan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan, meskipun seperti dikatakan Pascal, hati pun mempunyai logika tersendiri. Meskipun demikian patut kita sadari bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada penalaran. Jadi penalaran merupakan kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran.

Penalaran Deduktif
Penalaran   deduktif   adalah   suatu proses   penalaran   yang   bertolak   dari   peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Pada penalaran deduktif kita sudah mengetahui kebenaran secara umum, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang gejala-gejala khusus atau individual. Secara garis besar deduksi adalah sebuah proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum prinsip, hukum, teori, keyakinan menuju hal-hal khusus.Berdasarkan dari pengertian umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari gejala-gejala khusus atau peristiwa khusus tersebut


Tata Bicara Assertif
21.09 | Author: idriz
Pada posting kali ini saya akan membahas tentang Bicara assertif.Terkadang, cukup banyak orang yang memotong pembicaraan kita pada saat kita sedang membicarakan suatu hal. Menurut saya hal yang seperti itu tidaklah sopan.

adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Pada sikap assertif, dimana seseorang di tuntut untuk jujur pada dirinya dan jujur dala dalam mengapresiasikan perasaan, pendapat dan kebutuhan tanpa ada maksud untuk memanipulasi.

Gaya berkomunikasi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap perilaku sehari-hari baik itu berkomunikas asertif dan agresif.
Ada 3 kategori perilaku asertif yaitu :
  1.  asertif penolakan yaitu ucapan untuk memperhalus, seperti misalnya : maaf!
  2. asertif pujian yaitu mengekspresikan perasaan positif, seperti misalnya menghargai, menyukai, mencintai, mengagumi, memuji dan bersyukur
  3. asertif permintaan yaitu asertif yang terjadi kalau seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu yang memungkinkan kebutuhan atau tujuan seseorang tercapai tanpa tekanan atau paksaan.